Selasa, 29 Mei 2012

PERUMPAMAAN TENTANG ANAK YANG HILANG


KASIH BAPA, Perumpamaan anak yang hilang


KASIH bapa
Perumpamaan anak yang hilang ( Luk 15: 11-32 )

Tuhan mengingatkan kita tentang perumpamaan anak yang hilang. Ada seorang Bapa yang mempunyai 2 orang anak yang sulung dan yang bungsu. Pada suatu hari anak bungsu datang kepada ayahnya, katanya: “Berikan kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku?” Mendengar itu bapanya menjadi kaget, lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaanya itu diantara mereka. Anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya lalu pergi ke negeri yang jauh. Diboroskan harta miliknya dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskan semuanya timbullah bencana kelaparan di negeri itu. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikanya di negeri itu, orang menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Babi untuk orang Yahudi itu haram.

Ini memperlihatkan sesuatu yang sangat hina dan Alkitab katakan karena kelaparan ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak ada seorangpun yang memberikan kepadanya, ia mengalami penderitaan yang luar biasa.
Lalu ia menyadari kesalahannya, katanya betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makananya, tetapi aku disini mati kelaparan. Anak bungsu ini mau kembali ke rumahnya. Keputusan seperti ini sangat penting. Kadang-kadang kita melihat anak terhilang,yang tidak bisa kembali kepada bapanya,karena tidak mengambil keputusan seperti anak bungsu ini. Mungkin ada diantara Saudara yang seperti ini, saudara sedang mengalami pergumulan, keadaanmu tidak baik. Ayo kita cepat ambil keputusan seperti anak bungsu tadi untuk kembali kepada bapanya.
Alkitab mengatakan bahwa ketika dia masih berada jauh sekali, bapanya teryata sudah bisa melihatnya. Mengapa? ketika anaknya pergi sang bapa selalu menunggu-nunggu kapan anaknya akan kembali. Ketika dilihatnya anak jauh, dia langsung tahu bahwa anaknya telah pulang, dia berlari dan dia temukan anaknya, dia peluk anaknya. Anaknya berkata “Bapa aku tidak layak menjadi anak bapa... jadikan aku orang upahan”. Malahan bapanya berkata, “Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Inilah kasih bapa.
Seorang pelukis Cina baru bertobat, pada suatu hari akan menggambarkan bagaimana Kasih Bapa melalui anak yang hilang tadi. Pertama dia menggambarkan bagaimana anaknya pulang, tetapi bapanya menyambut anaknya dengan sikap yang agak cuek dengan tangan yang terlipat di dadanya. Seorang temannya berkata gambaran itu salah, kasih Bapa tidak seperti itu. Kemudian dia melukis kembali dan mendapatkan gambaran tentang kasih Bapa sebagai berikut: Bapanya sedang berlari dengan jubah melambai-lambai dengan muka yang berseri-seri. Bapanya menyambut anaknya yang pulang. Dan yang luar biasa di dalam lukisan itu adalah kasut bapanya berbeda antara yang kanan dan yang kiri warna kasutnya juga berbeda, itu karena bapanya sedang terburu-buru menyambut kedatangan anaknya yang hilang itu. Kasih Bapa memang sepeti itu. Dia tidak peduli dengan sandal yang dipakainya, pokoknya terburu-buru, pokoknya anaknya kembali.
Hari-hari ini saudara harus merenungkan …..betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah (Ef 3:18-19 ). Bagaimana keadaan Saudara hari-hari ini, Saudara mengalami penderitaan, sakit, ingatlah janji Tuhan dalam Yer 29:11 “ sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Adapun keadaan saudara, kalau Saudara sungguh-sungguh kepada Tuhan, rancangan Tuhan buat Saudara bukan rancangan kecelakaan tetapi rancangan damai sejahtera, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Amin. 

mari bergabung di halaman facebook kami..
klik link berikut..
http://www.facebook.com/pages/Kami-orang-Kristen-cinta-Indonesia/182938935157001

Sabtu, 26 Mei 2012

MAKNA PENTAKOSTA






Secara harfiah, kata yang berasal dari bahasa Yunani itu berarti "hari
ke-50". Bagi orang Yahudi, hari itu penting dan merupakah sebuah keharusan,
sebagaimana diperintahkan oleh Tuhan kepada mereka. Tibanya hari Pentakosta
berarti berakhirnya tradisi perayaan selama tujuh minggu, di mana umat
Israel merayakan paskah. "Hari raya Tujuh Minggu, yakni hari raya buah
bungaran dari penuaian gandum, haruslah kau rayakan, juga hari raya
pengumpulan hasil pada pergantian tahun (Kel.34:22). Perlu kita perhatikan
bahwa dari sekian banyak perayaan yang dilakukan oleh orang Yahudi, maka
hari raya Pentakosta merupakan perayaan terbesar, di mana pada saat itu
merupakah hari yang penuh sukacita dan di mana mereka bersyukur kepada Allah
atas segala kasih dan pemeliharaanNya, termasuk akan hasil panen tuaian
gandum dan jelai. Karena itu, mereka akan datang kepada Allah dengan membawa
korban syukur yang merupakan persembahan mereka kepada Allah, sekaligus
menyatakan pengakuan mereka bahwa segala yang baik yang mereka terima,
berasal dari Allah (baca. Ul.16:11 dan Im.23:17-20).

Jika hari Pentakosta penting bagi orang-orang Yahudi, demikian juga bagi
orang Kristen. Dalam Perjanjian Baru kita membaca narasi dari Kisah Para
Rasul bahwa hari Pentakosta merupakan hari turunnya Roh Kudus, di mana sejak
hari Raya Pentakosta tsb Alkitab menunjukkan bahwa Roh Kudus bekerja secara
penuh di dalam GerejaNya. Ini tidak berarti bahwa Roh Kudus belum bekerja
sebelum hari raya Pentakosta tsb, karena kita dengan jelas membaca dalam
Injil Sinoptik dan Yohanes bahwa Roh Kudus sudah bekerja sebelum itu, baik
pada waktu pembaptisan Yesus, pencobaan di padang gurun, dll (Mat.3:16;
Mark.1:10; Luk.3:21-22; Yoh.1:32-33; Mat.4:1; Luk.4:1). Di dalam Perjanjian
Lama, kita juga membaca bagaimana Roh memimpin para nabi pada saat tertentu
dan ketika mengerjakan tugas tertentu. Namun demikian, Alkitab menjelaskan
bahwa kehadiran dan peran Roh Kudus tidak pernah dialami oleh umat Allah
secara penuh sebagaimana terjadi pada hari Pentakosta, yaitu hari SETELAH
Yesus menyelesaikan karya penyelamatan melalui kematian dan kebangkitannya.
Dalam pemahaman inilah kita memahami pernyataan Injil Yohanes berikut: "...
sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum DIMULIAKAN" (7:39b). Kata
"dimuliakan" sangat menonjol di dalam Injil Yohenes, di mana istilah itu
mengacu kepada kematian Yesus (band. Yoh.12:23-24). Dengan perkataan lain,
Yohanes menegaskan relasi yang erat yang tidak terpisahkan antara karya
Yesus yang telah diselesaikan melalui kematianNya dengan turunnya Roh Kudus
di hari Pentakosta.

Sejauh manakah kita memahami pentingnya Roh Kudus dalam GerejaNya? Alkitab,
khususnya Kisah Para Rasul menunjukkan bahwa turunnya Roh Kudus di hari Raya
Pentakosta sangat penting. Itulah sebabnya, sebagian ahli menafsirkan bahwa
sesungguhnya Gereja yang sejati baru berdiri di hari Pentakosta tsb (Kis.2).
Menurut pandangan ini, Gereja yang sejati baru berdiri SETELAH SELURUH KARYA
YESUS SELESAI. Ini berarti bahwa Gereja yang sejati baru ada ketika ada
umat yang percaya dan mengalami karya penebusan Kristus secara sempurna.
Masa sebelum itu dianggap sebagai masa persiapan Gereja.

Pentingnya hari Pentakosta tersebut dapat dilihat dari penegasan Yesus pada
Kis.1: 4-5. Pada ayat tersebut Tuhan Yesus, di satu pihak melarang
rasul-rasul pergi meninggalkan Yerusalem. Di pihak lain, rasul-rasul
diperintahkan untuk "menantikan janji Bapa" (4). Mengapa? Bukankah dari segi
pengetahuan dan pengalaman, rasul-rasul telah mengenal siapa Yesus
sesungguhnya dan telah hidup bersamaNya selama kira-kira tiga tahun?
Ditinjau dari segi waktu, apakah tidak sebaiknya mereka segera pergi ke
seluruh dunia untuk mengabarkan kabar baik itu sebagaimana tertulis dalam
Mat.28? Benar, rasul-rasul telah mengenal dan hidup bersama Yesus. Mereka
tidak sekedar memiliki pengetahuan teoritis tentang Yesus (bandingkan hal
ini dengan kenyataan adanya theolog-theolog yang kadang kala mengetahui
doktrin yang jelimet tapi kurang atau tidak mengalami perjumpaan pribadi
dengan Yesus). Mereka perlu segera pergi mengabarkan kabar baik itu. Namun
demikian, Yesus melarang mereka karena semua pengetahuan dan pengalaman itu
harus disertai dengan hadirnya Roh Kudus dalam diri mereka. Hal itu
ditegaskan Tuhan Yesus pada Kis.1:8: "Kamu akan menerima KUASA KALAU ROH
KUDUS TURUN KE ATAS KAMU. Dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem...
sampai ke ujung bumi". Itulah sebabnya mereka diperintahkan untuk menantikan
janji Bapa akan turunnya Roh Kudus di hari Pentakosta (Kis.2).

Pernyataan Tuhan Yesus tersebut sangat penting buat kita semua yang mengaku
sebagai orang Kristen. Pertama, kita perlu menghayati kebenaran ini:
Kekristenan tidak dapat dipisahkan dari pengalaman hidup bersama Roh Kudus.
Alkitab bahkan menegaskan bahwa sesungguhnya, hidup baru di dalam Kristus
adalah hidup di DALAM dan DIPIMPIN Roh. Hal ini secara jelas dan tegas
diuraikan oleh rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma (pasal 8).
Rasul Paulus menegaskan bahwa tanpa Roh Kristus, seseorang bukan milik
Kristus (8:9b), dan anak-anak Allah harus dipimpin oleh Roh Allah (8:14).
Jika kita memahami doktrin manusia sebagaimana ditegaskan oleh rasul Paulus,
maka kita akan melihat kemustahilan manusia untuk hidup benar dari dirinya
sendiri. Setelah kejatuhan manusia dalam dosa (Kej.3) Rasul Paulus
menggambarkan manusia dalam kondisi yang sangat mengerikan dan tidak ada
harapan. Manusia bukan saja berdosa, tetapi diperbudak oleh dosa. Karena
itu, mau tidak mau manusia harus berdosa. Non posse non peccare. Not able
not to sin. Dalam keadaan seperti ini, Alkitab menjelaskan bahwa manusia
yang berbuat dosa, sebenarnya bukan karena dia tidak tahu bahwa hal itu
adalah dosa. Juga bukan karena tidak memiliki kerinduan atau keinginan untuk
hidup benar. Saya menemukan adanya orang-orang yang bergumul dengan
kebiasaan-kebiasaan jeleknya, seperti keinginan terlepas dari perjudian,
percabulan, perzinahan, merokok, narkoba, dll. Namun, masalah utama yang
mereka hadapi adalah ketidakberdayaan melawan kuasa dosa yang ada DI DALAM
diri mereka. MAU, TAPI TIDAK MAMPU. Itulah sebabnya, jika kita mengalami
pergumulan seperti itu, kita bersyukur karena ada Roh yang melepaskan kita
dari segala perbudakan dosa tsb. Paulus menyerukan: "Roh yang memberi hidup
telah memerdekakan kamu..." (Ro.8:1). Sama seperti umat Allah di Perjanjian
Lama dengan penuh sukacita merayakan hari Pentakosta atas terlepasnya mereka
dari perbudakan Firaun di Mesir, demikian juga umat Allah di Perjanjian Baru
dengan penuh sukacita dan syukur kepada Allah merayakan hari kelepasan dari
perbudakan dosa. Kiranya kita semua bersorak sorai, penuh sukacita karena
hidup kita yang dimerdekakan, hidup yang terus menerus dibaharui, hidup yang
bertumbuh semakin dewasa di dalam Yesus. Bukankah hidup seperti itu
merupakan ciri kekristenan yang sejati dan tidak dapat dibantah? Tapi, jika
kita masih dibelenggu dosa-dosa tertentu, tidak mengalami kemerdekaan dan
kelepasan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, apa artinya hari raya Pentakosta
tsb?


Selanjutnya, kita juga membaca penegasan Yesus yang sangat penting, yaitu
turunnya Roh Kudus di hari Pentakosta dikaitkan dengan KUASA UNTUK BERSAKSI.
"Dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem, Yudea dan Samaria sampai ke
ujung bumi" (Kis.1:8). Penegasan itu penting, terutama di tengah-tengah
adanya penyalahgunaan akan apa yang disebut dengan kuasa Roh Kudus. Kelompok
tertentu mengajarkan bahwa tanda seseorang dipenuhi Roh Kudus adalah ketika
dia mengalami manifestasi atau tanda-tanda tertentu di dalam hidupnya. Salah
satu tanda yang disebutkan adalah soal berbahasa lidah. Karena itu, bahasa
lidah (Yunani, glossolalia) dijadikan bukti (satu2nya dan bersifat mutlak)
bahwa seseorang itu telah menerima Roh Kudus dalam hidupnya. Secara panjang
lebar, saya telah melawan pengajaran seperti ini dan membuktikannya salah
(lihat buku saya ROH KUDUS DAN KARUNIA-KARUNIA ROH). Seseorang yang dipenuhi
Roh Kudus dapat dilihat dari berbagai hal, antara lain, kerinduannya untuk
hidup kudus, memuji dan memuliakan Tuhan, menjadi berkat bagi sesama dan
bersaksi bagi Yesus, sebagaimana kita baca dalam penegasan Tuhan Yesus pada
Kis.1:8 tsb di atas.

Tugas menjadi saksi tsb tentu sangat penting. Terlebih lagi, menjadi saksi
bagi Yesus, sang Juruselamat dunia, yang di dalam kasih dan kerendahan
hatiNya menyerahkan diriNya bagi umat berdosa. Kita semua memahami apa
artinya menjadi saksi yang benar di dalam sidang pengadilan. Seorang tukang
pos hampir saja menjalani hukuman mati karena dituduh telah membunuh
seorang wanita yang sangat kaya, yang meninggal dunia pada saat dia
mengantarkan surat. Hal itu dibuktikan secara meyakinkan oleh sang suami
dari korban. Tapi hukuman mati tidak jadi dilaksanakan, karena menjelang
hukuman dilaksanakan, pembela menemukan satu bukti penting dari seorang
lumpuh yang hidup mengandalkan kursi roda. Sekalipun orang tersebut
kelihatannya tidak berarti, namun kehadirannya sangat penting di ruang
pengadilan. Semua orang perlu mendengarkannya. Mengapa? Karena dia adalah
saksi mata yang ketepatan menyaksikan bagaimana sang suami bertengkar
dengan istrinya dan kemudian menghabisi nyawanya. Itulah sebabnya, ketika si
lumpuh dengan berani mengatakan apa yang didengar dan dilihatnya, maka
tuduhan palsu terhadap si tukang pos itu dapat dipatahkan dan dia bebas dari
hukuman mati. Demikian halnya dengan Tuhan Yesus. rasul-rasul diberi hak
istimewa untuk menjadi saksi bagi Yesus. Itu berarti mereka dituntut untuk
mengatakan apa yang mereka dengar, lihat dan alami tentang Yesus. Kesaksian
itu sangat penting karena Yesus telah mengetahui sebelumnya akan adanya
orang-orang yang menyalahmengerti diriNya dan mengajarkannya secara salah.
Tugas menjadi saksi tersebut sangat berat, penuh resiko dan menuntut harga,
termasuk ancaman nyawa! Karena itu, kehadiran Roh Kudus dalam diri setiap
saksi sangat mutlak, bukan saja untuk meneguhkan dan memberi keberanian
kepada saksi, tapi juga supaya orang yang mendengar kesaksian tersebut dapat
diyakinkan (Yoh.16:8). Dan benar, dengan kuasa dari Roh Kudus tersebut,
ketaatan dan kesetiaan para rasul menghasilkan buah, di mana jumlah murid
yang percaya kepada Yesus berkembang dengan sangat cepat. Dokter Lukas
mencoba memberikan data statistik di mana dimulai dengan 120 orang
(Kis.1:15), lalu setelah khotbah pada hari Pentakosta menjadi 3000 org
(2:41), meningkat 5000 orang (4:4). Itu berarti peningkatan hampir 4200
persen! Angka di atas merupakan angka terakhir yang diberikan oleh dokter
Lukas, karena selanjutnya, kita hanya menemukan istilah "jumlah murid makin
bertambah..." (6:1). Kiranya, tanda-tanda di atas juga menjadi tanda yang
kita temukan di Gereja-gereja kita sebagai manifestasi dari hadirnya Roh
Kudus dalam diri kita masing-masing. Kiranya, seiring dengan berubahnya
hidup kita oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh tersebut, kita juga
melihat perubahan di dalam Gereja kita, semakin bertambah banyak dan
bertumbuh makin dewasa (Efesus 4:13).

Akhirnya, menarik sekali jika kita mengamati peristiwa pada hari Pentakosta
tersebut. Dalam kenyataannya, ketika itu, rasul-rasul BELUM pergi ke seluruh
dunia. Namun mari kita lihat pernyataan Alkitab berikut, bahwa di hari
Pentakosta, "Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh daro
SEGALA BANGSA DI BAWAH KOLONG LANGIT (Kis.1:5). Jadi, sebelum rasul-rasul
pergi ke seluruh dunia, Allah telah membawa seluruh dunia DATANG kepada
rasul-rasul. Pada saat itu, dengan cara yang ajaib, Allah mengaruniakan
kepada mereka kemampuan untuk mendengar rasul-rasul berkata-kata dalam
bahasa mereka sendiri "tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan
Allah" (Kis.1:11). Kenyataan tersebut penting untuk kita renungkan, agar
kita tidak menganggap bahwa missi untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia
seolah-olah sesuatu mimpi, yang tidak akan mungkin terjadi. Missi itu adalah
missi Allah sendiri. Karena itu, Dia mampu melakukan apa yang
diperintahkanNya melalui hamba-hambaNya yang taat dan berserah penuh
kepadaNya. Masalahnya, apakah ketaatan dan penyerahan kita kepadaNya sudah
mencerminkan hidup seseorang yang dipimpin dan dipenuhi oleh Roh Kudus?


silahkan gabung di halaman Facebook kami.
klik link di bawah.
http://www.facebook.com/pages/Kami-orang-Kristen-cinta-Indonesia/182938935157001

Jumat, 25 Mei 2012

TUHAN SLALU MENYERTAIMU DAN MENJAGAMU

                       

                             
                                TUHAN SELALU MENYERTAIMU DAN MENJAGAMU

Engkau tidak perlu takut Tuhan akan meninggalkanmu dalam cengkeraman iblis. Dia setia dan tidak pernah membiarkanmu dicobai diluar batas kemampuanmu. Dia memberi kekuatan kepada musuh untuk membuatmu menderita persis sebanyak kekuatan yang kaumiliki sehingga engkau dapat memenuhi rencana keallahanNya sendiri demi pemurnian jiwamu. Dan ini berakhir dengan semakin besarnya kemuliaan Allah Bapa. Itu sebabnya engkau harus berjiwa kuat dan penuh semangat karena Tuhan berdiam di lubuk hatimu. Dia akan bertempur bersamamu dan untukmu. Kemudian, siapa yang akan memenangkan pertempuran? Siapa yang lebih kuat dari Dia? Siapa yang akan tahan melawan Raja Surgawi? Apalah arti neraka di hadirat Tuhan Allah?


maka dari itu, janganlah engkau kuatir akan pertolongan Tuhan, sebab kasih karunianya selalu menyertai kita semua.
TUHAN YESUS MEMBERKATI.


silahkan bergabung di halaman kami !
klik link di bawah ini.
http://www.facebook.com/pages/Kami-orang-Kristen-cinta-Indonesia/182938935157001

TUHAN YESUS MAHA PENGAMPUN


                               Perumpamaan Tentang Pengampunan (Mat 18:21-35)

Mengampuni adalah suatu kata yang mudah diucapkan namun sangat sulit dilakukan. Pada pertemuan sub tema keempat ini kita semua diajak oleh Yesus mengenal hal pengampunan yang sesungguhnya dan bagaimana serta berapa kali mengampuni orang yang bersalah kepada kita.   Para rabi Yahudi pada waktu itu mengajarkan batas wajib mengampuni adalah tiga kali dan Petrus di dalam Injil melebihkan jumlah tersebut menjadi sampai tujuh kali. Namun Yesus menanggapinya dengan perintah yang mengejutkan ‘Bukan! Aku berkata kepadamu Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali” (Mat 18:22). Artinya pengampunan yang kita berikan kepada sesama tidak ada batasya karena Allah adalah Maha Pengampun. Dia selalu mengampuni orang yang ebrdosa dan bersalah kepadaNya meskipun dosa dan kesalahan manusia tersebut sebesar apapun dan berulang-ulang kali.


silahkan berganung di halaman Facebook kami.
dengan cara klik link di bawah.
http://www.facebook.com/pages/Kami-orang-Kristen-cinta-Indonesia/182938935157001

ANTARA MEMBERI DAN MENERIMA


Antara Memberi dan Menerima

Memberi dan menerima bukanlah suatu tindakan yang asing. Semua manusia akan dengan mudah mengatakan bahwa kedua tindakan tersebut merupakan bagian integral dari aktivitas hidup manusia setiap hari, suatu aksi yang sekian spontan sehingga tak perlu membuang banyak waktu untuk berpikir tentangnya. Namun sesuatu yang amat biasa terkadang menuntut suatu pertimbangan yang lebih layak. 

Tindakan memberi dan menerima sudah dipelajari seseorang sejak ia masih merupakan seorang bayi. Walau tanpa kesadaran, tindakan paling awal yang dilakukan seorang bayi adalah “menerima. Sang bayi menerima dan menghirup udara, ia menerima hidup dan situasi dunia yang sangat jauh berbeda dengan situasi “firdaus” yang dialaminya ketika ia masih dalam rahim ibu. Perbedaan kondisi hidup yang diterima sang bayi pada titik awal ini sering amat menakutkan. Karena itu sang bayi lalu menangis. Ia membutuhkan sesautu, ia membutuhkan perlindungan yang dengan segera diterimanya dari tindakan memberi dari seorang ibu. Semua yang dialami bayi pada tahap awal ini akan sangat berpengaruh bagi perkembangan hidupnya selanjutnya, bukan saja terbatas pada aksi memberi dan menerima, tetapi juga secara luas dalam keseluruhan aktivitas hidup sosialnya. Sang bayi belajar memberi dan menerima, dan menjadikannya sebagai aktivitas spontan hidup hariannya.
 

Antara kedua tindakan tersebut sulitlah untuk dibuat distinksi, sulitlah untuk dibuat prioritas tindakan manakah yang lebih penting dan harus didahulukan. Ada sekian banyak konteks yang harus turut dipertimbangkan untuk memberikan penekanan pada satu dari kedua aksi tersebut. Dalam dunia psikoterapi, yang juga amat menuntut keterlibatan kedua tindakan tersebut, “therapeutic acceptance” lebih banyak dipandang sebagai unsur penting dalam sebuah proses penyembuhan, lebih dari pada berbagai “technological medicine” lainnya. Kebanyakan klien yang mengalami goncangan psikologis melihat hidupnya amat tidak bernilai. Carl Gustav Jung, seorang psikiater terkenal asal Swiss, mengindikasikan bahwa sepertiga dari pasien yang datang kepadanya menderita kehampaan makna hidup (the meaninglessness of life). Hal ini bertolak dari ketidak-sanggupan klien untuk menemukan arti dari keberadaan dirinya sendiri, yang mencakup keseluruhan aspek personalitasnya.
 

Dalam situasi seperti ini, tindakan “menerima” yang diekspresikan sang psikiater akan melahirkan suatu pemahaman baru dalam diri klien. Dia akan menyadari bahwa dirinya ternyata masih memiliki sesuatu, bahwa ia masih memiliki kata-kata yang layak didengar, sekurang-kurangnya oleh ¡§dia¡¨ yang kini sedang berada di depannya. Adalah suatu kebahagiaan terbesar dalam hidup untuk menyadari bahwa saya masih layak didengarkan, masih layak diterima, masih layak dicintai dan mencintai. Dalam proses inilah si klien perlahan-lahan menemukan arti dirinya, dan inilah awal dari suatu proses penyembuhan.
 

Namun tindakan memberi dan menerima itu dapat pula dilihat dari sudut pandang yang lain. Oral Roberts dalam bukunya “Miracle of Seed-Faith” memberikan tekanan utama pada tindakan “memberi”. Tindakan memberi, apapun bentuknya baik material maupun rohaniah seperti pemberian kemampuan diri, bakat ataupun waktu bagi orang lain, ditempatkan Roberts sebagai benih-benih yang tertabur, yang pada baliknya akan bertumbuh dan memberikan panen yang berlimpah. Dalam Kitab Suci terdapat banyak kisah tentang hal ini. Pemberian lima buah roti dan dua ekor ikan bagi banyak orang di padang gurun ternyata menjadi benih iman untuk menghasilkan dua belas bakul roti. (Mat. 14, 13-21). Pemberian perahu oleh Simon Petrus untuk digunakan Yesus mengajar orang banyak tentang kabar gembira Kerajaan Allah, ternyata menjadi benih iman untuk menghasilkan banyak ikan. (Luk. 5, 1-11).
 

Di sini Oral Roberts menunjukkan bahwa tindakan kita untuk memberi tidak pernah berlangsung sia-sia, tetapi bahwa dalam tindakan tersebut baik si penerima maupun si pemberi sama-sama menerima “sesuatu”. Bahkan si pemberi menerimanya kembali dalam jumlah yang telah dipergandakan. Namun hal ini tidak dimaksudkan untuk memperkokoh paham jkuno “do ut des”, memberi untuk menerima kembali (saya memberi agar engkaupun memberi). Tetapi inilah kebenaran yang ditawarkan oleh Yesus sendiri, “Berilah maka kamu akan diberi.” (Luk 6, 38). Dan bahwa si pemberi akan menerima kembali sesuai ukuran yang dipakai dalam memberi kepada orang lain.
 

Begitulah... Sesuatu yang kita berikan akan diterima kembali. Yang terpenting adalah bahwa pemberian tersebut terjadi dalam konteks “benih iman” yang tertabur, yang menuntut keyakinan kita untuk menempatkan Allah sebagai pusat segalanya, yang akan mempergandakan pemberian itu dan melimpahkannya kembali kepada si pemberi dalam bentuk dan sarana yang tak dipahami manusia. Kita bersatu bersama Petrus yang bertanya kepada Yesus bahwa ia telah memberikan segala sesuatu tetapi apa upah yang akan diperoleh?? Yesus menjawab “...kamu akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.” (Mat. 19, 29).

DIMANA ADA PENGORBANAN, DI SITU ADA HASIL


Ada pengorbanan ada hasil

2 korintus 11:24-25 : 
24.Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, 25.Tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.
 

Paulus menceritakan betapa beratnya beban yang ia pikul ketika ia melakukan pelayanan untuk memberitakan injil kerajaan surga. Mungkin satu slogan yang cocok untuknya ialah " tiada hari tanpa penderitaan" Namun yang unik di sini adalah bahwa Paulus terus melayani dan melayani kehendak Tuhan walaupun rintangan besar menghadangnya. Pelayanan Paulus berhasil dan saat ini kita bisa menikmati buahnya dengan pengenalan kita akan Yesus Kristus.
 

Ternyata, menjadi anak Tuhan yang mempunyai kesungguhan untuk mengenal & melayani kehendak Tuhan itu butuh pengorbanan. Waktu yang berjalan akan menunjukkan seperti apakah "buah" pengenalan kita akan Tuhan.
 

Satu contoh di waktu pagi pada hari minggu dengan kondisi yang lelah karena kemarin sabtu harus lembur kerja, kita diundang oleh Tuhan untuk beribadah. Namun apa daya selain capai ternyata juga hujan yang disertai angin kencang turun seharian. Dengan kondisi yang demikian maka setelah menimang-nimang dan merenung dengan lebih dalam akhirnya undangan ibadah ke gereja tidak jadi dihadiri.
 

Suatu kali ada seseorang yang mengajak kita untuk ibadah keluarga di suatu daerah terpencil. Namun karena daerah yang memang terpencil dan juga sering terdengar kabar tentang adanya perampokan di daerah itu maka ibadah itu pun urung dihadiri atau ketika kita sibuk bekerja dan pulang-pulang sudah capai maka hal yang paling nyaman untuk kita lakukan adalah tidur seharian tanpa berdoa atau bersaat teduh dengan Tuhan. Kira-kira buah apakah yang bisa kita petik dari contoh ini. Akankah kita bisa mengenal Tuhan dengan lebih dekat? Atau pernahkah suatu mujizat atau kemuliaan Tuhan turun atas kita? Pernahkah kita bisa mendengar suara-NYA?
 

Pengorbanan menimbulkan hasil sehingga tidak ada pengorbanan berarti juga tidak ada hasil. Demikian juga akan sangat besar hasil yang kita dapatkan ketika kita mau berkorban untuk mengenal Tuhan dan melayani kehendak-NYA. Hasil yang berupa buah yang bisa kita nikmati untuk kemuliaan nama Tuhan. Paulus sudah membuktikan kepada dunia dan kita semua akan hal ini.
 

Satu hal yang harus kita ingat dan yang terpenting adalah bahwa saat ini kita berada di penghujung acaranya Tuhan. Di penghujung acara ini Tuhan membutuhkan Paulus-Paulus rohani yang mau berkorban untuk banyak membawa buah dan jiwa demi kemuliaan nama Tuhan. Siapkah kita akan hal itu? Mari saya, kamu dan kita semua renungkan!!
 

God bless you
 

Jesus saved my live
 
Jesus save me
 
Jesus love everything about you
 

INDAH PADA WAKTUNYA


~ INDAH PADA WAKTUNYA ~


Ada waktu 'tuk BERDUKA...
Ada waktu 'tuk BERSUKA...
Ada waktu 'tuk BERDIAM...
Ada waktu 'tuk BERKATA...

Namun di atas segalanya, ku tahu ALLAH ku bekerja 
Mendatangkan KEBAIKAN bagi yang Mengasihi-NYA
Di saat yang ku alami, tak s'perti yang kuingini...
Di saat tiada jawaban, mengapa harus terjadi...
Namun di atas s'galanya ku tahu ALLAH ku bekerja 
Mendatagkan KEBAIKAN bagi yang Mengasihi-NYA

Mungkin tak kupahami, apa yang kini aku alami
Namun ku tahu pasti Kasih ALLAH ku tak kan berhenti
Kan kus'rahkan semua pergumulanku pada-MU YESUS
Kar'na ku tahu pasti, semuanya kan jadi INDAH PADA WAKTUNYA


YESUS KRISTUS mengasihi Anda...

Selasa, 22 Mei 2012

Doa Negriku


           

                              Damailah Indonesiaku


di balik langit ada kesedihan.
rintihnya bagaikan petir yang merajalela.
melihat kita yang terpecah-belah.

ia menutupi lukanya dengan mendung.
lalu menumpahkannya dengan tetesan hujan.
kelak tangisannya akan membadai.
jika perdamaian tidak bersatu.

Indonesia bagaimana caranya agar kita bisa bersatu??

Yesus, tolonglah Negri kami, pulihkanlah Negriku ini.
bukalah tali kasih di antara kami, menerima perbedaan, dan mampu bersatu demi kemajuan Bangsa ini.
Amin.

Tuhan Yesus Memberkati Bangsa Indonesia.

Berdoa dalam Roh Kudus




                                                BERDOA DALAM ROH DAN KEBENARAN





Saudara-saudara, semakin saya memikirkan, semakin limpah. Semakin saya merenungkan, semakin dalam saya mengerti, semakin saya mengerti semakin saya kagum akan ajaran Alkitab mengenai doa yang begitu berlimpah. Banyak orang Kristen dan gereja pada waktu berdoa tidak menyelidiki baik-baik teologi doa yang diajarkan Alkitab. Alkitab berkata, "Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah yang benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran." (Yohanes 4:23). Dalam sembah sujud dan berbakti kepada Tuhan ada dua unsur penting. Pertama yaitu berbakti dengan jujur, berbakti di dalam kebenaran; ini suatu aspek fungsi rasio. Kedua, berbakti di dalam roh, berbakti di dalam kuasa Roh Kudus, ini aspek rohani. Iman mencakup dua wilayah; wilayah rasional dan wilayah spiritual. Wilayah rasional bersangkut-paut dengan fungsi pikiran. Wilayah spiritual bersangkut paut dengan fungsi kita berbakti dan memuliakan Allah.Yesus Kristus berkata, "Barangsiapa menyembah Allah, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Aku berbakti kepada Tuhan, baktiku berdasarkan kebenaran yang memimpin pikiranku. Berbahagialah orang yang pikirannya dipimpin oleh kebenaran dan hati nuraninya dipimpin oleh Roh Kudus, dan kedua aspek itu bekerja bersama-sama. Dwi fungsi berintegrasi di hadapan Tuhan. Jika kita mempunyai otak yang tidak dipimpin oleh Roh Kudus, bakti kita tidak diterima dengan baik. Jika kita mempunyai roh yang sungguh-sungguh tetapi tidak ada kebenaran yang memimpin kita, kita tidak mungkin memuliakan Tuhan dengan sungguh-sungguh. Berbahagialah orang yang punya integrasi, suatu penggabungan yang mencakup kedua aspek ini. Di bagian rasio ada kebenaran yang memimpin, di bagian rohani ada Roh Kudus yang bertakhta. Saudara-saudara, bakti sudah mencakup aspek fungsi hidup rohani yang disebut berdoa; berdoa dengan roh, berdoa dengan pengertian. "Aku akan berdoa juga dengan akal budiku," demikian Paulus berkata dalam 1 Korintus 14:15. Doa dalam roh dan doa dalam pikiran, doa dalam roh dan doa dalam akal, dalam pengertian. Betapa banyak orang berani menafsirkan ayat itu secara salah dengan mengatakan, bahwa engkau berdoa tidak perlu memakai pikiran, hanya berglosolali atau roh yang memimpin, sehingga pikiranmu kabur atau tidak jelas. Saya kira itu bukan ajaran Alkitab. Kalau Saudara meneliti surat Korintus, Paulus menekankan bukan hanya berdoa dalam roh tetapi juga memakai pengertian. Jadi di sini keseimbangan yang ditekankan. Roh Kudus memimpin rohmu dan Firman memimpin pikiranmu.Tidak ada seorangpun yang berhak memisahkan Roh Kudus dari kebenaran, dan tidak ada seorang pun yang berhak memisahkan pimpinan Roh Kudus dengan roh kita. Jika pikiran kita tidak dipimpin oleh Kebenaran, kita belum bisa berbakti kepada Allah. Jika hati dan nurani kita tidak dipimpin oleh Roh Kudus, kita belum mengerti bagaiman berdoa kepada Tuhan. Jadi, berbakti kepada Tuhan dalam kebenaran dan roh, berdoa kepada Tuhan dalam pikiran dan hati nurani yang dipimpin oleh Roh. Roh Kudus tidak mungkin memimpin seseorang tanpa memakai kebenaran. Dengan kebenaran Dia memimpin kita, karena Firman Tuhan menjadi pedoman hidup, Firman Tuhan menjadi pelita bagi jalan kita, Firman Tuhan menjadi penerang bagi hati nurani, dengan cahaya Firman kita dipimpin. Saudara-saudara, seorang yang rohani adalah seorang yang taat kepada kebenaran Alkitab. Seorang yang bijaksana adalah seorang yang menaklukkan pikiran di bawah kuasa Roh Kudus dan kedaulatan Tuhan Allah.


Jalan bersama Yesus Indah


Berjalan bersama Yesus ke tujuan hidup kita

Mat 14:22-34.
Berjalan bersama Yesus ke tujuan hidup kita.
Apa yang bisa kita ambil pelajaran rohani?
1. Tujuan hidup. Ay. 22.
Kita semua yang ada di tempat ini mempunyai tujuan hidup. Tuhan Yesus memerintahkan kita agar kita berjalan ke seberang. Artinya Tuhan memerintahkan kita agar kita berjalan sampai ke tujuan hidup kita.
- yang anak-anak muda tujuannya ialah menjadi orang yang dewasa. Menjadi orang dewasa itu apa?
• Dewasa dalam rohani.
Mandiri dalam berdoa.
~ Mandiri dalam memuji menyembah Tuhan.
~ Mandiri dalam ke gereja.
~ Mandiri mengampuni.
~ Mandiri melayani Tuhan.
~ Mandiri membawa jiwa baru bagi Tuhan ke persekutuan.
Mandiri di sini artinya inisiatif untuk melakukan yang dikehendaki Tuhan. Tidak perlu dibentak. Tidak perlu disuruh lagi. Tetapi langsung melakukan kehendak Tuhan tanpa paksaan.
• Dewasa dalam sifat.
buah Roh: Gal 5:22, 23.
~ kasih.
~ sukacita.
~ damai sejahtera.
~ kesabaran.
~ kebaikan.
~ kemurahan.
~ kesetiaan.
~ kelemahlembutan.
~ penguasaan diri.
• Dewasa dalam pengetahuan
~ belajar untuk menjadi pandai.
~ belajar untuk menambah wawasan atau pengetahuan semakin bertambah.
~ belajar untuk gagal.
~ belajar untuk menghasilkan prestasi.
~ belajar untuk menjadi juara.
- yang sudah dewasa tujuannya ialah
• Memenangkan jiwa.
• Bekerja.
• Kuat dalam penderitaan.
• Menghasilkan kebutuhan.
• Mengelola keuangan pribadi.
• Merencanakan keluarga dan membina keluarga yang segambar dan serupa dengan Tuhan.
• Setia melayani Tuhan.
• Rukun keluarga.
• Rukun antar warga.
• Membangun kepenuhan Kristus dalam tubuh jemaat-Nya.
- yang telah lanjut usia tujuannya ialah
• Menjadi teladan bagi anak dan cucunya.
• Keluarga lanjut usia yang setia kepada Yesus sampai akhir hidupnya.
• Menanamkan nilai kekekalan berupa nasihat, wejangan, kata mutiara, kata-kata hikmat.
• Bahagia dan merasa puas.
• Menanti-nantikan Yesus dengan ketenangan dan damai. Tutup mata dibumi. Buka mata lihat Yesus. Dapat sorga. Menjadi muda kembali. Dapat rumah besar di sorga. Dapat upah kekal. Dapat mahkota. Memerintah bersama Yesus.
__________________________________________________________________
Reff.
Sbab Kau besar
Perbuatan-Mu ajaib
Tiada seperti Engkau
Tiada seperti Engkau
_________________________________
_________________________________
2. Doa. Ay 23.
Untuk kita sampai kepada tujuan hidup kita maka perlu kita memiliki hubungan dekat dengan Tuhan yaitu dengan;
- memiliki waktu doa bersama keluarga.
- memiliki waktu doa pribadi.
- hidup dalam 5 M firman Tuhan;
~ membaca firman Tuhan.
~ memikirkan firman Tuhan.
~ mendoakan firman Tuhan sesuai kebutuhan kita.
~ melakukan firman Tuhan.
~ membagikan firman Tuhan.
Dengan 5 M firman Tuhan ini maka akan membuat kehidupan kita kuat, bertahan, meningkat, menang dan mulia dalam Tuhan.
Jika kita memiliki kualitas yang terus-menerus dengan Tuhan akan membuat kita dapat mengenal Allahnya. Tetapi jika kita tidak membangun hubungan dengan Tuhan maka kita justru akan ngeri dengan saat Tuhan melawat umat-Nya. Ay. 23.
Doa yang teratur. Doa yang terus menerus dengan hati yang berhubungan dengan Tuhan Yesus akan membuat kita semakin mudah mengenal Yesus sebagai Bapa kita, Orang tua kita. Ketika kita mengenal Tuhan maka kita kuat dan kita bertindak, kita berjuang, kita menang dari kemenangan kepada kemenangan.
3. Berani. Ay 27.
Kita hidup bukan tanpa masalah. Semua mempunyai masalah.
- pendeta punya masalah dengan jemaat.
- jemaat punya masalah dengan pendeta.
- suami mempunyai masalah dengan istri. Sebaliknya istri mempunyai masalah dengan suami. (Suami yang suka memukul istri atau istri yang menjadi penguasa dirumah. Suami takut istri. Suami yang tidak memberi uang hasil nafkahnya kepada keluarga. Istri tukang cerewet suaminya).
- pengusaha mempunyai masalah dengan karyawan atau buruh. (Produktifitas karyawan menurun. Target tidak dikejar karyawan hingga maksimal. Prestasi kerja menurun. Gagal dalam negosiasi terhadap kerjasama dengan perusahaan lain. Pemotongan uang hasil tagihan yang akan disetor ke perusahaan).
- karyawan atau buruh mempunyai masalah dengan atasannya. (Atasan korupsi dana bantuan pemerintah. Korupsi uang perusahaan. Penggelapan. Pencucian uang. Data keuangan yang tidak jelas. Penipuan. Dana fiktif).
- yang cowok mempunyai masalah dengan bagaimana mencari pasangan hidup yang cewek. (Yang cowok terlalu kaya atau terlalu miskin sedang kebanyakan cewek yang ditemui materialistis, boros menghabiskan uang. Atau banyak cewek yang memakai standar ketinggian sehingga sulit menerima cowok sekalipun cowok itu kaya atau miskin).
- pacar cowok mempunyai masalah dengan pacarnya yang cewek. (Maka tidak heran ada istilah pacaran cinta monyet. Putus nyambung pacaran. Selingkuh pacaran. Muncul istilah playboy atau playgirl). — tidak heran maka beberapa hamba Tuhan pemimpin gereja tertentu melarang pacaran karena istilah kata “pacaran” selalu mempunyai pandangan efek buruk padahal tidaklah demikian sebab pacaran yang dikehendaki Tuhan merupakan komitmen seumur hidup dan waktu mempersiapkan diri memasuki masa pernikahan).
- saudara mempunyai masalah dengan saudaranya yang lain. (Tidak membagi warisan. Saudara tidak membantu saudaranya yang kesusahan. Saudara tidak pernah mau berhubungan dengan saudara yang lain. Makanan enak diambil saudaranya).
- kita mempunyai masalah dengan tetangga. (Gosip tetangga. Tetangga tidak suka hewan peliharaan. Tetangga yang menjadi provokator. Tetangga yang mempropaganda kehidupan kita sangat berbahaya bagi warga sekitar).
- kita mempunyai masalah dengan komunitas kita. (Dibenci. Difitnah. Disingkirkan. Ditipu).
- pejabat mempunyai masalah dengan warganya. (Belum bayar pajak, buang sampah sembarangan, lingkungan yang kumuh, perumahan yang semrawut, banjir besar, kebakaran hutan, daerah liar seharusnya daerah industri justru menjadi daerah ekonomi pasar dan bisnis, ketertiban dan keamanan warga, dll).
Tuhan memberikan kepada kita roh iman. Roh Tuhan dalam diri kita merupakan Roh sumber keberanian. Dalam bahasa asli ayat 27 ini berkata: “Tenanglah! Aku ini, berani! Jadilah berani!” Beranilah dalam hidup kita. Beranilah dalam segala hidup kita.
Sebagai orang percaya maka kita harus jangan takut. Kita harus berani dan menjadi berani. Berani menghadapi badai. Berani menghadapi tiap masalah hidup kita. 2 Tim 1:7.
- berani dalam memprioritaskan Yesus.
- berani dalam kekudusan hidup.
- berani dalam berhubungan dengan Tuhan.
- berani dalam berhubungan dengan sesama.
- berani menghormati orang tua.
- berani menaati pemimpin.
- berani melakukan kebenaran.
- berani untuk membantu orang tua.
- berani untuk menolong sesama.
- berani untuk menaati perintah Tuhan untuk terobosan terjadi, kesembuhan terjadi, pemulihan terjadi, pembebasan terjadi, perubahan terjadi, mujizat terjadi, keajaiban terjadi.
_________________________________
_________________________________


silahkan anda bergabung di halaman facebook kami.
dengan cara klik link berikut !
http://www.facebook.com/pages/Kami-orang-Kristen-cinta-Indonesia/182938935157001

BANGKIT DAN MENANG BERSAMA YESUS



Bangkit Dan Menang Bersama Yesus

Kebangkitan TUHAN YESUS adalah sebuah seruan yang ditujukan kepada kita umat-NYA, dengan satu tujuan mulia, yakni kita diajak untuk turut bangkit bersama YESUS, SANG JURUSELAMAT satu-satunya, supaya kita turut memiliki kuasa kemenangan bersama-sama dengan DIA.

WAHYU 1 : 4 - 5
Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari DIA, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-NYA, dan dari YESUS KRISTUS, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi DIA, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-NYA.
Di dalam Alkitab, seruan mengenai Kuasa Kebangkitan YESUS juga dituangkan ke dalam kitab Wahyu. Banyak anggapan bahwa kitab Wahyu ini tergolong kitab yang sulit dipahami. Tentunya hal tersebut tidaklah tepat, sebab pada dasarnya Kitab Suci atau Alkitab adalah sebuah "surat" dari TUHAN, yang ditujukan bagi anak-anak-NYA. Sebagaimana kita tahu dan percayai, TUHAN kita adalah BAPA yang bijaksana, pasti akan membuat surat yang mudah dipahami oleh anak-anak-NYA dengan harapan kita mampu menjalankannya dengan tepat.
Kedua ayat di atas berisikan salam pembuka yang biasa tertera di awal sebuah surat. Di ayat 4 kita dapat mengetahui si pengirim surat dan kepada siapa surat itu ditujukan. Ternyata Yohaneslah yang pengirim surat tersebut, untuk ditujukan bagi seluruh umat TUHAN yang bertempat di Asia Kecil pada waktu itu. Ketujuh jemaat memberikan sebuah pemahaman, di mana "tujuh" memiliki arti sempurna sehingga mengandung pengertian bahwa surat itu ditujukan bagi seluruh umat TUHAN di segala zaman, mulai waktu itu, era masa kini, maupun yang akan datang. Bayangkan jika isinya sulit dimengerti, tentu hal itu akan membawa dampak yang buruk bagi umat TUHAN dalam menerima saluran berkat TUHAN.
Ternyata penulis kitab Wahyu bukan hanya Yohanes seorang. "DIA, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang" ini menunjuk jelas kepada TUHAN YESUS sebagai Alfa dan Omega yang merupakan penulis utama dari inti berita yang disampaikan. Jika yang menulis adalah TUHAN, yang merupakan BAPA kita, seharusnya kita dapat dengan mudah memahaminya. Sebaliknya, jika kesulitan yang kita rasa, kita patut bertanya pada diri sendiri: sudahkah hubungan kita dengan TUHAN layaknya Bapak dan anak? Sebagai contoh, dalam lingkup family businesspada beberapa generasi di belakang kita, di mana komputerisasi belum merebak, biasanya seorang ayah menyampaikan memo kepada anaknya melalui media tulis kertas yang disampaikan melalui pegawai ataupun kurir. Mungkin pegawai ini tidak mengerti maksud tulisan tersebut, tetapi si anak dapat mengetahuinya dengan jelas.
Arti "ketujuh roh" adalah ALLAH memiliki ROH yang sempurna. ROH TUHAN yang sempurna yang akan selalu menaungi seluruh jemaat-NYA. Keistimewaan TUHAN YESUS sebagai penulis karena YESUS disebutkan sebagaiSaksi yang setia. Seorang saksi dituntut berbicara jujur sesuai dengan kebenaran dari apa yang dia telah saksikan atau alami sendiri. Demikianlah dengan YESUS, segala apa yang diucapkan-NYA selalu terbukti dan terjadi, bahkan tidak pernah satu pun meleset. Sebagai contoh: YESUS berkata bahwa DIA akan mati dan bangkit, maka tepat seperti yang dikatakan-NYA, YESUS mati dan sesudah hari yang ketiga IA bangkit dari antara orang mati. Lain halnya dengan saksi dunia yang selalu mengada-ada dan memutarbalikkan fakta.
Selain sebagai Saksi yang setia, YESUS adalah yang pertama bangkit dari antara orang mati. Jika ada yang pertama, berarti membuka peluang bagi yang kedua dan yang berikutnya. Hal ini menjadi kesempatan istimewa bagi kita untuk ikut bangkit bersama YESUS. Jika kita tidak turut dalam kebangkitan-NYA, berarti kita telah menyia-nyiakan kesempatan.
Sebenarnya tujuan YESUS bangkit bukan meraih kemenangan bagi DIRINYA sendiri, sebab YESUS selalu menang. Tujuan-NYA adalah memberikan kemenangan bagi kita untuk menang terhadap masalah, dosa maupun kematian. Bahkan YESUS memberi jaminan kemenangan atas dunia sebab YESUS lebih berkuasa dibanding seluruh raja yang ada di muka bumi ini. Jadi jika kita turut dalam kebangkitan-NYA maka kita juga akan turut memiliki kuat kuasa-NYA unuk mengalahkan kuasa dunia. Hal ideal inilah yang harus menjadi peraihan kita untuk kita mampu mengalaminya
Jika pada kenyataannya masih banyak anak TUHAN yang belum mampu melepaskan dirinya dari belenggu sakit penyakit ataupun problema, jawabannya terdapat pada ayat 5 bahwa TUHAN telah melepaskan kita dari dosa oleh darah-NYA. Darah YESUS tentu berkaitan erat dengan kematian-NYA. Hal tersebut yang akan menjadi pokok bahasan kita, supaya kita dapat turut memiliki kuasa kebangkitan seperti YESUS.
ROMA 6 : 3 - 5
Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam KRISTUS, telah dibaptis dalam kematian-NYA? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan DIA oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti KRISTUS telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan BAPA, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-NYA, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-NYA.
Persyaratan utama untuk menjadi satu di dalam kebangkitan-NYA yaitu kita terlebih dahulu harus menjadi satu dengan kematian-NYA. Hal ini mutlak kita miliki. Barulah setelah melalui tahapan tersebut, kita layak bangkit. Dan kita pun otomatis akan menerima hak yang sama seperti YESUS, yaitu berkuasa atas raja-raja di bumi. Pada ayat 3, TUHAN YESUS sudah memberikan prosedurnya bahwa menjadi satu dengan kematian-NYA melalui proses baptisan di dalam KRISTUS YESUS.
Baptisan di dalam KRISTUS adalah baptisan yang memiliki aturan seperti yang YESUS telah teladankan yaitu tubuh kita dari ujung rambut sampai ujung kaki ditenggelamkan atau diselam di dalam air. Ini merupakan ketentuan baku (tidak ada alternatif atau variasi lainnya). Baptisan dengan cara inilah yang dianut oleh Gereja Kemah Tabernakel, sekali lagi bukan gagasan dari gereja melainkan ketentuan yang YESUS ajarkan dan resmi tertulis di dalam Alkitab. Baptisan merupakan lambang kita turut dikubur dalam kematian bersama YESUS. Dikubur memiliki pengertian seluruh anggota tubuh masuk ke dalam kubur. Sama halnya dengan baptisan: seluruh anggota tubuh masuk ke dalam kubur air.
Menerima baptisan sesuai dengan cara yang YESUS teladankan memiliki tujuan dan manfaat penting yaitu agar kita memiliki hidup baru yang serupa dengan KRISTUS yaitu berkarakter pemenang dan penuh kebenaran, yang terpancar dalam sikap hidup kita. Di dalam hidup baru, kita harus sama sekali meninggalkan semua ciri-ciri hidup lama kita, menjadi manusia baru secara total. Sebab kita telah mengenakan tubuh baru, yaitu tubuh KRISTUS YESUS. Kehidupan baru itu dapat diumpamakan melalui metamorfosis dari ulat menjadi dari kupu-kupu. Bermula dari seekor ulat yang bagi kebanyakan orang mendatangkan rasa jijik, lalu berubah rupa menjadi kepompong yang seolah-olah mati tidak bergerak. Namun kemudian kepompong pun terbuka dan dari dalamnya keluar seekor kupu-kupu cantik yang terbang indah.
KRISTUS bangkit tetap mengenakan Tubuh-NYA, yaitu tubuh kemuliaan. Sedangkan kita, tubuh lama kita diubahkan menjadi satu dengan tubuh kemuliaan TUHAN dan menjadi sama seperti YESUS KRISTUS. Kita yang dahulu kalah oleh raja-raja dunia, telah dijadikan mulia seperti YESUS dengan kemenangan mutlak. Kita akan pelajari kiat-kiat dari anak-anak TUHAN yang berhasil bangkit, supaya kita bukan sekedar penonton melainkan mampu terlibat di dalam kebangkitan YESUS, menjadi yang kedua, ketiga, dan seterusnya yang bangkit sesudah YESUS.
MARKUS 16 : 9
Setelah YESUS bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, IA mula-mula menampakkan Diri-NYA kepada Maria Magdalena. Dari padanya YESUS pernah mengusir tujuh setan.
YESUS bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu. Pagi (awal hari) dan hari pertama (awal minggu) memiliki makna rohani bahwa kebangkitan YESUS seharusnya terjadi di awal kehidupan kekristenan kita. Begitu kita mati bersama YESUS otomatis kita akan bangkit di dalam kemenangan bersama DIA. Jangan kita menjadi orang Kristen yang setelah sepuluh tahun baru bangkit, baru menang.
YESUS menampakkan DIRINYA adalah bukti YESUS sudah bangkit. Mengapa YESUS memilih Maria sebagai orang yang pertama menyaksikan kebangkitan-NYA? Tentu bukan hal-hal yang berkaitan dengan hal lahiriah seperti kecantikan ataupun kekayaan, apalagi background hidup Maria yang kurang baik yakni pernah dibelenggu oleh tujuh setan. Tujuh di sini juga bukan berkaitan dengan setan yang berjumlah tujuh, melainkan berbicara mengenai kesempurnaan kekuatan setan yang telah membelenggunya. Namun mengapa justru Maria Magdalena menjadi orang yang pertama bangkit setelah YESUS? Bagaimana dia bisa bangkit bersama YESUS? Karena Maria telah memenuhi ketentuan utama, yakni turut mati bersama YESUS.
MARKUS 15 : 47
47 Maria Magdalena dan Maria ibu Yoses melihat di mana YESUS dibaringkan.
Ayat di atas adalah bukti otentik bahwa Maria telah turut hadir di dalam kematian YESUS, artinya turut mati bersama YESUS. Sebaliknya kedua belas murid YESUS kabur entah ke mana, mengiring pada waktu YESUS disalib saja tidak, apalagi sampai ke kubur-NYA! Kedua belas murid lari meninggalkan YESUS, bahkan Petrus hanya berani melihat dari jauh, itu pun disertai tindakan penyangkalan bahwa dia bukan murid YESUS. Terlebih lagi dengan tindakan Yudas Iskariot yang telah menutup rapat-rapat kesempatannya untuk bangkit bersama YESUS melalui perbuatannya yang sangat tidak terpuji, yaitu bunuh diri.
YOHANES 20 : 18
18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat TUHAN!" dan juga bahwa DIA yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.
Perkataan Maria yang disampaikan kepada kesebelas murid YESUS adalah bentuk kesaksian hidup rohaninya dan merupakan sebuah bukti, bahwa Maria sudah bangkit bersama KRISTUS. Kehidupan anak TUHAN seharusnya mampu membagikan pengalaman bertemu dengan TUHAN. Menjadi pertanyaan bagi kita, sudah berapa lama kita menjadi anak TUHAN? Seberapa banyak kita mampu menceritakan pengalaman bertemu dengan YESUS? Sebab hal itulah yang menjadi salah satu ciri orang yang sudah bangkit bersama YESUS.
YOHANES 20 : 19 - 20
19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid YESUS di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah YESUS dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 20 Dan sesudah berkata demikian, IA menunjukkan tangan-NYA dan lambung-NYA kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat TUHAN.
Jika Maria sejak awal telah menerima kemenangan, ternyata ada juga yang terlambat bertemu YESUS yang sudah bangkit. Kita akan melihat nampak perbedaan yang signifikan antara Maria yang sudah bangkit bersama YESUS dan murid-murid yang baru bertemu YESUS setelah malam menjelang.
Ciri dari orang yang belum bangkit bersama YESUS adalah babak belur oleh ketakutan dan kekalahan, tepat seperti yang terjadi pada murid-murid YESUS di ayat 19 yang takut kepada orang-orang Yahudi. Jika kita bandingkan dengan Maria Magdalena, hatinya tidak terbelenggu oleh ketakutan, tidak mengunci pintu, keluar dengan bebas pergi ke kubur YESUS dan bebas menemui kesebelas murid yang sedang berkumpul. Jika kita timbang, masalah yang dihadapi Maria dan kesebelas murid adalah sama, namun cara menghadapinya jauh berbeda. Hal ini karena Maria telah menerima berkat kebangkitan, yaitu damai sejahtera dari YESUS yang selalu menaunginya.
Pada waktu malam YESUS datang dan mengatakan kepada murid-murid, "Damai sejahtera bagi kamu." Kendati demikian, murid-murid belum benar-benar merasakan damai sejahtera. Sebab mereka belum bangkit bersama YESUS. Untuk dapat bangkit bersama YESUS, mereka harus terlebih dahulu mati bersama YESUS. Karena itu YESUS menunjukkan Tangan dan Lambung-NYA, menunjukkan kematian-NYA, artinya mengajak murid-murid untuk mati bersama YESUS. Setelah mati bersama YESUS, barulah mereka bangkit bersama YESUS dan merasakan sukacita.
Berbeda dengan Maria Magdalena. TUHAN YESUS tidak perlu menunjukkan bekas luka-NYA kepada Maria Magdalena sebab Maria ada di kubur dan telah melihat YESUS di kayu salib, artinya Maria Magdalena telah ikut mati bersama YESUS sehingga dia juga telah bangkit bersama YESUS.
Mari kita menjadi murid TUHAN yang tidak terlambat bangkit, yang tidak harus menelan kekalahan dan kerugian terlebih dahulu. Sebab YESUS dikubur hanya tiga hari, jangan kita terlambat sampai berminggu-minggu, berbulan bahkan, bertahun-tahun baru mengalami kebangkitan dan kemenangan. Caranya yaitu dengan mati bersama YESUS dengan cara menguburkan hidup kita yang lama dan bangkit dalam hidup baru seperti Maria yang menguburkan hidup lamanya dan bangkit dalam hidup yang tidak ada lagi dibelenggu setan. Sebab YESUS sudah mematahkan kuasa iblis. Hal itu adalah salah satu alasan mengapa di gereja kita, saya sering undang maju anak-anak TUHAN untuk bersaksi mengenai pengalaman menang bersama TUHAN. Kekristenan adalah pengalaman mati dan bangkit bersama TUHAN menjadi ciptaan baru yang penuh kemenangan.
Setelah murid-murid melihat kematian YESUS melalui tanda luka di kayu salib, setelah mati bersama YESUS, barulah mereka menerima hal yang istimewa dari TUHAN seperti tampak pada ayat di bawah ini.
YOHANES 20 : 21 - 22
21 Maka kata YESUS sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti BAPA mengutus AKU, demikian juga sekarang AKU mengutus kamu." 22 Dan sesudah berkata demikian, IA mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah ROH KUDUS."
TUHAN memberi penegasan kepada murid-murid dengan mengulangi pernyataan-NYA, "Damai sejahtera bagi kamu!" Hal itu dilakukan karena mereka telah melihat tanda kematian YESUS, mati bersama YESUS. Hanya YESUS yang menyediakan damai sejahtera; hal-hal duniawi tidak dapat mewujudkannya. Semuanya, baik kekayaan, kesehatan, kekuasaan, dapat hilang dalam sekejap. Jadi manusia tidak dapat mencari damai sejahtera di tempat lain. Hanya dengan satu cara, yaitu mati dan bangkit bersama KRISTUS, barulah damai sejahtera dianugerahkan YESUS ke dalam hidup kita. Damai sejahteralah yang memampukan kita menjalani hidup dengan berbagai masalah yang berpotensi mendatangkan ketakutan dan keputusasaan.
Tidak hanya itu. TUHAN sangat menghargai kita, sebab kita disamakan seperti Diri-NYA sendiri. BAPA telah mengutus YESUS, dan sekarang YESUS mengutus kita. Sungguh suatu hal yang luar biasa, kita diberikan peluang untuk memiliki kuasa seperti YESUS. Buktinya sangat jelas di ayat berikutnya, bahwa YESUS memberikan ROHNYA, Kuasa-NYA kepada para murid. Namun hal itu bukan berarti setelah menerima ROH KUDUS, orang Yahudi, baik Farisi maupun imam-imam lenyap, berikut para tentara Romawi seketika roboh! Melainkan dengan kuasa kebangkitan inilah, para murid dimampukan mengalahkan berbagai problema kehidupan. Jadi masalah memang harus ada. Namun kita dapat membedakan siapa yang belum atau sudah menerima kuasa kebangkitan dari cara orang itu menghadapi masalah.
Bangkit bersama YESUS bukan tidak ada tantangan melainkan damai itu tidak pernah hilang dan kita pun akan turut menguasai raja-raja. Artinya, kita tidak dikalahkan oleh problem. Kita tidak bisa disebut "di atas raja-raja" jika di bawah kita tidak ada "raja-raja". Bagaimana kita dikatakan telah mengatasi masalah hidup, jadi tidak ada masalah yang kita hadapi? Peristiwa di bawah ini dari menunjukkan bahwa Maria yang telah memiliki damai sejahtera sanggup "menguasai raja-raja", yaitu mengalahkan ketakutan terhadap serdadu Roma.
MATIUS 28 : 1 - 6
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat TUHAN turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari YESUS yang disalibkan itu. IA tidak ada di sini, sebab IA telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-NYA. Mari, lihatlah tempat IA berbaring.
Di ayat 4 dijelaskan tentara Romawi gemetar karena terjadi gempa bumi yang hebat dan melihat malaikat turun dari Surga. Ketakutan para tentara Romawi ini terjadi di hadapan Maria Magdalena dan Maria yang lainnya, perempuan yang telah mengiring YESUS saat disalibkan sampai kematian-NYA. Di hari ketiga, saat pagi hari, malaikat menyatakan kepada mereka bahwa YESUS sudah bangkit. Jelas serdadu Roma tidak hilang saat itu, namun serdadu itu yang ketakutan, sedang para perempuan bergembira dan bersukacita.
Bagaimana dengan kita? Mungkin sakit penyakit masih bercokol dalam tubuh kita, himpitan keuangan masih membebani kita, rasa takut, rasa sendiri, rasa tak berguna, bahkan putus asa menaungi kita. Tetapi jika kita mau mati dan bangkit bersama YESUS, segala problem kehidupan akan "mati" di hadapan kita. Dengan demikian bukan kita yang tergilas oleh rasa takut, melainkan kita yang menggilas rasa takut.
Pertanyaannya, mau menjadi urutan yang keberapa kita bangkit? Mau menjadi yang awal bangkit yaitu pagi-pagi seperti Maria, atau baru bangkit setelah malam hari seperti rasul-rasul? Atau kita mau sepanjang usia kita, hari-hari kita, kita habiskan untuk kekalahan demi kekalahan dan di ujung usia barulah kita bangkit? Atau seperti Tomas yang di hari kedelapan baru bangkit bersama dengan YESUS? Berapa banyak dan lama lagi kita mau menelan kekalahan? Kalau mau menang, marilah kita salibkan diri kita bersama dengan YESUS. Seperti yang dituliskan dalam kitab Wahyu bahwa DIA adalah Saksi yang setia, DIA bangkit tepat seperti yang telah dikatakan-NYA. Dan DIA mengajak kita turut bangkit bersama-NYA. Jika DIA sudah bangkit dan kita belum, bukan DIA yang tidak setia melainkan kita yang tidak mau setia, dengan menunda-nunda untuk bangkit.
Di ayat 6, malaikat mempersilakan Maria melihat tempat YESUS dibaringkan. Maria telah melihat saat YESUS dibaringkan di dalam kubur tiga hari yang lalu. Dia dapat melihat perbedaannya, kubur itu kosong, YESUS telah bangkit. Hal ini mengajarkan kepada kita tentang pentingnya kita memahami dari awal tentang kematian YESUS. Sebab kematian-NYA adalah awal kehidupan kita. Sedangkan kebangkitan-NYA awal kemenangan kita.
Bangkit bersama YESUS dengan penuh kemenangan sudah dirasakan oleh anak-anak TUHAN melalui kesaksian mereka berikut ini:
Seorang ibu bernama Jessica Dorothy Paulus yang melahirkan bayi secara prematur, saat usia bayi baru menginjak delapan bulan. Hal ini menyebabkan si bayi dirawat di ruang NICU yang biayanya tinggi. Kedua orangtua bayi ini tidak mampu melanjutkan pembiayaan rumah sakit sehingga mau tidak mau bayinya harus dibawa pulang "paksa". Kesepakatannya, apa pun yang terjadi dengan kondisi si bayi maka pihak Rumah Sakit tidak turut bertanggungjawab. Lalu saya berdoa, "Di dalam Nama TUHAN YESUS KRISTUS, yang bangkit dan akan membawa kamu dan anakmu turut bangkit dalam kemenangan-NYA, amin." Hati saya ikut trenyuh saat mengatakan, "Tanda tangani (dokumen kepulangan bayinya) dan bawa pulang." Karena hal itu berarti saya juga turut "menandatangani" kelangsungan hidup anak itu.
Dokter maupun perawat spesialis anak turut menyaksikan kuasa mujizat TUHAN. Setelah bayi itu dikeluarkan dari kamar NICU, ia langsung bisa beradaptasi dengan udara sekitar dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kenapa mesti terjadi permasalahan seberat ini? Jawabannya: sebagai sarana atas kemenangan kita, supaya terbukti bahwa kita sudah turut dalam kematian dan kebangkitan bersama TUHAN. Jadi memang benar bahwa YESUS rindu mengajak kita turut bangkit barsama-NYA.
Pengalaman kemenangan lainnya dirasakan oleh jemaat yang turut meminta dukungan doa untuk anaknya. Dan inilah jawaban lewat SMS yang saya terima, "Setelah minta bantuan doa kepada Bapak Pendeta pada jam 02.00 WIB, anak saya bernama Ester jam 02.30 sudah bisa tidur dengan nyenyak." Inilah sekilas tugas dari hamba TUHAN, di saat orang-orang pada umumnya tidur pulas, tugas dari TUHAN untuk mendoakan jemaat, dengan segenap hati saya kerjakan. Siapapun anggota jemaat tersebut, dari segala lapisan, saya tidak pernah pilih-pilih kesaksian atau melihat dari besar kecil masalahnya, sebab apapun yang dialami adalah sebuah kemenangan melalui kematian dan kebangkitan bersama YESUS.